Kini, liburan bukan lagi sekadar jalan-jalan. Tetapi terbilang sudah merupakan sebuah kesempatan untuk tetap aktif atau sport–cation. Tren ini terekam jelas dalam perjalanan sosok Sabian Tama sepanjang 2025, yang membuktikan bahwa cara terbaik menikmati eksotisme, mulai dari Toba hingga Baubau, adalah dengan berlari melintasinya.

Adalah Strava, aplikasi yang mendukung gaya hidup aktif, yang mengungkap pergeseran menarik dalam gaya traveling masyarakat Indonesia lewat Strava Year Sport. Mengungkap tren-tren utama yang mendorong orang-orang di seluruh Dunia untuk bergerak, termasuk di Indonesia. Jadi kini aktivitas fisik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman berwisata.
Tidak terkesampingkan, dari Strava menemukan bahwa 68% atlet di Indonesia memilih liburan di dalam Negeri untuk berolahraga dan menjaga kebugaran. Temuan ini turut menegaskan pesatnya pertumbuhan pariwisata domestik.
Tren tersebut pun tercermin dari pengalamanSabian Tama, salah satu pengguna Strava, yang fokus melakukan aktivitas fisik di dalam perjalanannya ke berbagai destinasi domestik selama 2025. Sabian Tama mengaku bahwa perjalanannya ke Danau Toba, Samarinda, dan Baubau lebih dipengaruhi oleh rute lari yang ia tempuh ketimbang pemandangan yang ingin ia lihat.
“Data Year in Sport Trend Report dari Strava sangat valid. Wisata kini bukan lagi soal melihat hal baru, melainkan bagaimana kita bisa tetap aktif bergerak menyusuri tempat-tempat baru. Indonesia pun memiliki potensi running tourism kelas Dunia dengan destinasi-destinasi seperti Baubau yang menawarkan pemandangan eksotis. Dengan berlari, kita bisa menikmati keindahan alam negeri ini dengan cara yang tak bisa didapat dari perjalanan menggunakan bus wisata,” ujar Sabian Tama menanggapi pesatnya pertumbuhan wisata domestik.

Terhubung dengan Komunitas via Strava
Salah satu data menarik dari Year in Sport Trend Report dari Strava adalah peningkatan aktivitas berkelompok. Sabian Tama pun menyadari peran penting Strava dalam menghubungkan pengguna dengan warga lokal di kota-kota baru.
“Tips utama dari saya untuk menikmati pengalaman terbaik dari tren perjalanan domestik ini adalah dengan menemukan komunitas lokal melalui Strava, seperti yang saya lakukan bersama Buton Runners. Pada akhirnya, ini semua tentang membangun koneksi. Antusiasme komunitas lokal, termasuk meningkatnya partisipasi Gen Z, menciptakan ‘Wave of Energy’ yang menjaga semangat tetap membara,” kata Sabian Tama.
Merujuk kembali pada temuan-teman dalam laporan terbaru Strava, Sabian Tama punya saran penting bagi yang ingin aktif bergerak pada 2026. “Jangan membandingkan perjalanan kamu dengan perkembangan orang lain di media sosial. Fokus pada progres kamu sendiri dan apresiasi diri kamu setiap kali meraih pencapaian tertentu, sekecil apa pun itu.”
[]Titis Mawar Rani
Photo : Ist

