August 13, 2026
News

5.500 Mangrove Bertebar  di Pesisir Jakarta,Untuk Hadapi Ancaman Abrasi dan Perubahan Iklim

Pesisir Jakarta menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, abrasi, hingga penurunan muka tanah. Dan di tengah urgensi tersebut upaya restorasi mangrove menjadi semakin penting karena ekosistem ini berperan sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon, sekaligus penopang keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, adalah  Prudential Indonesia bersama CarbonEthics kembali melakukan penanaman 5.500 bibit mangrove di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Aksi yang digelar dalam rangka Hari Mangrove Sedunia ini diproyeksikan berpotensi menyerap hingga 181,5 ton Setara Karbon Dioksida (CO₂e) secara kumulatif dalam periode 20 tahun.

Urgensi perlindungan wilayah pesisir semakin terlihat dari riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mencatat rata-rata laju penurunan muka tanah Jakarta mencapai sekitar 5,71 cm per tahun, dengan penurunan dominan terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kondisi ini memperbesar kebutuhan terhadap solusi berbasis alam, termasuk restorasi mangrove, untuk membantu meredam risiko lingkungan di kawasan pesisir.

Selain itu, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menunjukkan bahwa dari total 608,22 hektare luas mangrove di Jakarta pada 2024, sebanyak 36,54 hektare berada dalam kategori jarang. Pemantauan di 25 lokasi juga menunjukkan 9,95% tegakan mangrove mengalami kerusakan, antara lain akibat sampah kiriman laut, limbah domestik, gangguan fisik, dan terjangan banjir rob.

Berkaitan merespons tantangan tersebut, Prudential Indonesia mengambil peran aktif mendukung upaya perlindungan ekosistem pesisir, yang juga sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggalakkan rehabilitasi mangrove.

Tercatat, sejak 2022, Prudential Indonesia telah menanam total 30.800 pohon mangrove di wilayah pesisir.

Sebagai penanda dimulainya aksi keberlanjutan ini, lebih dari 50 karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia berpartisipasi dalam sesi edukasi dan seremoni penanaman di Taman Wisata Alam Angke Kapuk,  Jakarta Barat. Kondisi ini memperbesar kebutuhan terhadap solusi berbasis alam, termasuk restorasi mangrove, untuk membantu meredam risiko lingkungan di kawasan pesisir.

Sebagai penanda dimulainya aksi keberlanjutan ini, lebih dari 50 karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia berpartisipasi dalam sesi edukasi dan seremoni penanaman di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, sekaligus mendorong partisipasi langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.

Maria Rosalinda, Direktur Kepatuhan – Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia bersama CarbonEthics memberikan edukasi mengenai manfaat mangrove dan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir kepada karyawan dan tenaga pemasar

“Sebagai Perusahaan asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jangka panjang, kami percaya bahwa keberlanjutan juga berarti menjaga lingkungan tempat masyarakat hidup dan bertumbuh. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin mengajak karyawan dan tenaga pemasar untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem pesisir. Langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang, sejalan dengan semangat kami,  Dari Prudential Untuk Bumi,” jelas Maria Rosalinda.

Dari Pesisir Jakarta untuk Mendukung Target Iklim Nasional

Manfaat restorasi mangrove tidak berhenti pada perlindungan wilayah pesisir. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon, sehingga berperan penting dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim.

Proyeksi penyerapan 181,5 ton CO₂e selama 20 tahun dari penanaman 5.500 mangrove tersebut sejalan dengan arah kebijakan iklim Indonesia melalui Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Pemerintah menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan mencapai tingkat emisi bersih sebesar -140 juta ton CO₂e pada 2030, antara lain melalui peningkatan kapasitas ekosistem dalam menyerap dan menyimpan karbon. Target FOLU tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca Nasional.

Bimo Soewadji, CoFounder & Chief Executive Officer CarbonEthics, mengatakan, “Mangrove memberikan manfaat yang dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir. Upaya restorasi akan memberikan hasil yang lebih luas ketika dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kami mengapresiasi Prudential Indonesia yang terus mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui langkah yang konsisten dan melibatkan partisipasi karyawan secara langsung.”

[]Titis Mawar Rani

Photo : Ist 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *