March 18, 2025
News

Lantunan musik dan Suara Indah Alvina, Membuat Jatuh Cinta

Hidup memang harus dimaknai sebagai waktu mengasah bakat yang membawa kebahagiaan. Inilah yang dilakukan Alvina Hendradi. Wanita kelahiran Jakarta, 2 September 1978 ini merasakan bahwa dari  semenjak usia belia  bakatnya adalah bermusik. Namun, bekal Pendidkan awal tidaklah beriring. 

Pilihan profesi dan aktivitas, yang juga dialami oleh  cukup banyak  orang, seringkali tidak sesuai dengan Pendidikan awal. Bahkan bertolak-belakang. Demikian kiranya yang dijalani Alvina, sapaan akrab wanita penikmat minuman hangat ini.

Alvina, sulung dari dua bersaudara  penikmat buku “Death By Sadhguru”, selepas Pendidikan SMA, membekali diri  dengan melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi dan meraih S1 – B.Sc. in Electrical Engineering berlanjut S2 – MBA in Finance. Dari mengantungi dua gelar kesarjanaan ini  menghantar langkahnya masuk ke Dunia kerja. Berawal  sebagai Sofware Engineer, Financial Management Controller, kemudian Operations Manager di Perusahaan terkemuka.

Di tengah itu, ketika separuh hidupnya tak banyak bereksplor dengan musik, Alvina, begitu ia akrab disapa, memutuskan untuk terjun secara profesional di dalamnya. Tepatnya  sejak Januari 2023. Dan itu juga setelah ia  membekali diri seni Musik pilihannya, di DIPAA – DAYA Indonesia Performing Arts Academy, Jakarta. 

Kini, wanita tinggi semampai berkulit bening dan berparas cantik ini merasakan kepenuhan hidup, yang membuatnya bahagia. 

Berikut petikan obrolan dengan Alvina, orangtua tunggal bagi dua orang anak, suatu hari di tengah kegiatannya bermusik dan melantun.

Kuliah di DIPPA,  pilihan pertama yang dipelajari dan kenapa itu pilihannya ?

Saya memilih kuliah arransemen dan orkestrasi karena ingin mempunyai kemampuan untuk bisa memproduksi lagu-lagu karangan saya sendiri dengan style yang saya sukai. Lagi-lagi yang saya  sangat sukai  musical Hollywood  tahun 50-an seperti film “Singing In The Rain”. Karena alasan ini saya ingin mempelajari cara membuat lagu supaya lebih terkesan mengalir dan tidak monoton seperti lagu pop biasanya.Dan dari sana saya tertarik pada Music Therapy.

Apa yang membuat hingga Anda tertarik Music Therapy ?

Ketertarikan saya pada  Music Therapy karena saya ingin sekali bisa bekerja untuk membantu seseorang. Terus terang saya tidak pernah membayangkan suatu hari saya akan bisa menjadi seorang Artis yang pekerjaan sehari-harinya berada di atas panggung. Hal itu akan menjadi sangat melelahkan bagi saya yang memang lebih nyaman berada di balik layar. 

Yang dipelajari  dari Music Therapy ?

Salah satu hal yang dipelajari di Music Therapy  adalah bagaimana Musik dapat menyentuh emosi seseorang. Dan hal ini sangat berhubungan dengan apa yang sudah saya pelajari sebelumnya di teknik Orchestrasi dan arransemen. Banyak elemen yang dipelajari dalam Music Therapy yang  membuat saya lebih mendalami diri sendiri dan bagaimana otak manusia bekerja. Dan ini sangat berguna juga bagi saya dalam mendidik anak-anak saya.

Ok. Bersentuhan dengan Musik sejak kapan ?

Sejak kecil memang saya sudah menyukai Musik. Saya diperkenalkan ke musik dengan les piano di usia 8 tahun, melalui Yayasan  Musik Jakarta. Tapi hobi utama saya adalah mendengarkan Musik dan mengoleksi kaset. Memang sebenarnya cita-cita saya ingin kuliah Musik sejak dulu. Tapi yg tertanam di benak saya adalah profesi sebagai musisi itu tidak dapat menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka saya memutuskan untuk mempelajari hal lain terlebih dahulu dan bermusik sebagai hobi saja.

Kini Anda berada di Dunia musik dan sarat kegiatan, Bagaimana dengan nasib Diploma S1. B.Sc in Electrical   Engineering dan S2MBA in Finance yang ada dalam genggaman ?

Bagi saya Pendidikan dan karier saya yang sebelumnya menjadi bekal bagi saya dalam kemampuan berpikir logis, terstruktur dan rasional. Selain itu pengalaman saya dalam hal manajemen dan keuangan akan berguna di bidang apa pun yang akan saya geluti selanjutnya. 

Di waktu itu memilih Pendidikan di bidang ini, kenapa  dan apa yang  terpikir ?

Adalah arahan orang tua. Sementara saya, dari  dulu memang  inginnya  kuliah musik. Tapi menurut orang tua, musik tidak bisa menghasilkan uang sehingga mereka memilih jalur karier yg lebih pasti dapat memberikan kepastian finansial dalam hidup. Dan memang nasihat itu tidak salah. Sebelum lulus kuliah pun saya sudah dapat pekerjaan. Dan karier tersebut memang terbukti memberikan kecukupan materi yang saya butuhkan.

Berarti Dunia Musik memberi sinar indah. Apa saja kegiatan Anda di Dunia Musik ini ?  

Dari semasa  pandemi, saya  membuat lagu dan memproduksi lagu-lagu karangan saya bersama beberapa Musisi di Jakarta. Pada saat ini saya menjajaki sendiri seluruh tahap produksi lagu dari awal sampai pemasarannya dan publishingnya. Karena saya ingin tahu bagaimana caranya membuat arransemen sebuah lagu sesuai dengan selera saya sendiri. Dari sanalah saya mulai belajar di DAYA. Dan dari saat itu saya mulai melihat adanya peluang baru yaitu Music Therapy yang memadukan unsur Psikologi dan Musik. 

Selanjutnya yang Anda lakukan ?

Sebagai musisi, saat ini saya juga sedang mengikuti pertunjukkan Drama Musikal Broadway yang akan ditampilkan di bulan November 2023 ini.  Kegiatan saya yang lain juga termasuk bernyanyi di berbagai pertunjukan kampus bersama DAYA dan juga mengorganisir acara Musical Sing Along Jam Session yang melibatkan beberapa Penyanyi pecinta Broadway Musical di Jakarta. 

Bila berujung memutuskan berada di Dunia Musik, apa yang ingin diraih ?

Setiap kali saya menonton konser atau suatu pertunjukkan Musik, saya selalu menangis bila melihat Musisi. Di kepala saya selalu bilang “Harusnya saya ada di situ, bersama mereka, memainkan lagu-lagu tersebut”.  Dan saat pandemi, saya mulai sadar bahwa saya tidak mau lagi menyalahkan keadaan dan kondisi. Maka saya memutuskan untuk berganti jalur karier karena saya yakin, masing-masing manusia punya kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Jadi saya memilih Dunia musik, lebih ke arah saya tidak mau mati menyesal atau penasaran. Bukan untuk mencapai suatu target tertentu. Di dunia musik ini saya sangat mencintai apa yg dilakukan sehari-hari. Jadi hasilnya nanti seperti apa, itu tidak terlalu penting buat saya.

Berada di Dunia musik, di mana letak  kepuasannya dan  kebahagiaannya ?

Salah satu kepuasaan dan kebahagiaan yang tak ternilai bagi saya adalah di saat saya melihat suatu ide yg awalnya berada di dalam kepala saya menjadi suatu kenyataan. Bisa dalam bentuk suatu lagu yang bisa didengarkan oleh orang lain, atau video, atau pertunjukkan. Saya menyadari bahwa Musik adalah satu hal yg harus saya telusuri di hidup saya saat ini daripada saya mati penasaran. Dan memang semenjak saya memutuskan hal tersebut, hidup saya terasa lebih bermakna dan saya mempunyai energi surplus untuk mengurus hal-hal lain seperti membesarkan kedua anak saya.

Panggung hiburan tidak lepas dan dapat dibilang bersisian dengan gangguan’. Yang Anda alami dan bagaimana Anda menyikapinya ?

Hmmmm….. sejauh ini dan sepanjang berjalan di panggung  hiburan, saya fokus bermusik, membuat karya dan berbahagia bersama anak dan teman-teman. 

Pria yang membuat Anda jatuh cinta …….

Memiliki kedewasaan mental. Yang artinya, saling menerima  apa adanya pasangan dan saling mendukung pilihan karier pasangan. Maka ketika dalam perjalanannya  kegiatan pasangan di bidang Musik dihentikan, itu artinya  ia belum memiliki kedewasaan mental.  

Pasangan yang Anda maksud, sudah kah hadir ?

Hmmmmmm ……………..

[]Andriza Hamzah & Anisa Syaini

Photo : Ist

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *