September 20, 2026
News

IKEA Ajak Kita Lihat Kembali Ruang yang Sering Dilupakan di Rumah

Tak sedikit penghuni rumah, dari ragam latar belakang dan  aktivitas di luar sana, yang terlupa pada ruang tertentu. Dan, ruang yang terlupakan bukan berarti ruang yang jarang digunakan. Di antaranya, area laundry, sudut penyimpanan, dan ruang utilitas justru menjadi bagian dari aktivitas yang paling sering dilakukan di rumah, tetapi penataan dan desainnya jarang dipikirkan secara matang seperti ruang lainnya.

Berpijak dari sana, melalui The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City, IKEA Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali area-area tersebut dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya, mulai dari aktivitas yang dilakukan, barang yang dibutuhkan, hingga bagaimana satu aktivitas berpindah ke aktivitas berikutnya.

Halnya dikatakan Ruth Panjaitan, Home Furnishing & Competence Development Leader, IKEA Indonesia  di acara  IKEA Indonesia, “The Forgotten Rooms”, “Dari kunjungan kami ke berbagai rumah, kami melihat bahwa masyarakat sebenarnya sudah punya cara sendiri untuk mengatur rumah. Namun, dari situ kami juga bisa melihat bagian-bagian yang masih terasa merepotkan, misalnya ketika seseorang harus bolak-balik mengambil barang, memindahkannya, atau mencari tempat untuk menyimpannya. Di situlah kami mulai memahami bahwa penataan rumah bukan hanya soal tempat untuk menyimpan barang, tetapi juga tentang bagaimana ruang tersebut dapat membantu orang melakukan aktivitasnya.”  

Pengamatan melalui Home Visit IKEA, bersama dengan wawasan dari Life at Home report, menjadi bagian dari cara IKEA memahami kehidupan di rumah. Pendekatan ini sejalan dengan visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Karena setiap rumah pada akhirnya memiliki kebiasaan yang berbeda, maka penataan ruang dapat dimulai dari bagaimana aktivitas di dalamnya dilakukan agar terasa lebih mudah.

Pada area cuci baju atau laundry misalnya. Masalahnya tidak selamanya terletak pada mesin cuci atau ukuran ruang. Kerap kali, masalahnya ada pada rangkaian aktivitas sebelum dan sesudah mencuci: pakaian perlu dikumpulkan dan dipilah, dikeringkan, dilipat, lalu disimpan kembali.

Ketika ruang untuk setiap aktivitas tersebut tidak tertata dengan jelas, pakaian dan perlengkapan laundry dapat berpindah-pindah sebelum akhirnya kembali ke tempatnya. Ruang yang sama pun bisa terasa lebih merepotkan bukan karena terlalu kecil, tetapi karena alurnya tidak mendukung apa yang perlu dilakukan di sana.

Pada acara yang berlangsung di IKEA Jakata Garden City, Kamis, 17 September 2026, dihadiri Ririn Basuki, Public Relation Manager, IKEA Indonesia, dan Nadya CheirinBrand Development Specialist, Jotun Indonesia, apa yang disampaikan M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia tentu menarik.

Ujarnya,“Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘ini mau ditaruh di mana ?. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan ? Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu berada dekat jangkauan, apa yang bisa disimpan lebih jauh, dan ruang mana yang sebenarnya masih bisa digunakan.”

Kian menawan dengan apa yang disampaikan Nadya Cheirin, Brand Deelopment Specialist Jotun Indonesia. Tuturnya, bahwa  setiap ruangan dapat memiliki  kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemilihan cat rumah tidak sebatas  soal warna, tapi juga perlu  mempertimbangkan kondisi ruangan dan fitur produk. Karenanya, pemilihan warna  dan cat dinding perlu disesuaikan dengan kondisi  ruangan, pencahayaan, kelembaban, ukuran ruangan hingga kemudahan perawatan. Hal itu semua,   dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan cat rumah. 

Lanjutnya,”Finishing itu sangat berpengaruh, bukan cuma warna,   tetapi juga fitur fitur dalam  catnya.”

Solusi Penyimanan Mengikuti  Ruang dan Barang

Tiada lepas, cara melihat ruang seperti ini juga dapat diterapkan pada area penyimpanan di bawah tangga, garasi, gudang kecil, atau satu sudut rumah. Ketika kebutuhan penyimpanan bertambah, ruang vertikal, dinding, sudut, maupun area di sekitar peralatan yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebagai solusi tanpa harus membuat ruangan baru. Namun, memanfaatkan ruang bukan berarti harus mengisi setiap sudut; ruang untuk bergerak dan melakukan aktivitas tetap perlu diperhatikan.

Kebutuhan penyimpanan pun dapat berubah seiring dengan perubahan aktivitas di rumah. Karena itu, solusi penyimpanan perlu cukup fleksibel untuk mengikuti ruang dan barang yang digunakan. Berbagai sistem dan solusi IKEA, seperti BROR, IVAR, EKET, HYLLIS, dan rangkaian penyimpanan lainnya, dapat digunakan sesuai kebutuhan ruang, jenis barang, serta cara masing-masing orang menggunakannya.

Pada akhirnya, menata ruang bukan berarti mencari satu cara yang paling benar untuk semua rumah. Setelah memahami aktivitas yang berlangsung di dalamnya, kita dapat melihat solusi yang paling sesuai, mulai dari memanfaatkan ruang vertikal, mengatur kembali letak, hingga memilih penyimpanan yang membantu barang lebih mudah dijangkau, digunakan, dan dikembalikan. Dengan begitu, ruang yang sebelumnya terasa penuh atau kurang terpakai dapat berfungsi secara maksimal dan mendukung aktivitas.

Bagi masyarakat yang ingin mencari inspirasi dan solusi penataan rumah ala IKEA, berbagai pilihan dapat ditemukan dengan mengunjungi toko IKEA Indonesia terdekat, melalui IKEA.co.id, aplikasi IKEA Indonesia, maupun kanal ecommerce resmi IKEA Indonesia.

[]Andriza Hamzah & Annisa Syaini

Photo : Dok. IKEA Indonesia/Emerson Asia Pacific

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *